Jumat, 02 Agustus 2019

Fanfiction [SF9] ー Around Farewell ¬ Chap. 02


Cast:
OC's Shim Seungmi | SF9's (Kim InseongBaek Zuho, Lee Dawon) | Slight OC's & SF9's Member

Genre:
Romance | School Life | Hurt | Family

Author's Note:
Budayakan Like sebelum baca dan setelah baca tinggalkan jejak dengan Komentarrespon, saran, maupun kritik. Author cuman minjem nama Cast, untuk cerita murni dari imajinasi Author. Bila ada kesamaan cerita mungkin hanya kebetulan. Don't Copy Story!


Happy Reading!



Inseong menahan langkahnya saat ia tepat berada didepan pintu kelasnya. Ia menatap sebuah roti dan sekotak susu yang kini ada di genggamannya.
"Apa aku harus berbuat sejauh ini?" Gumam Inseong pada dirinya sendiri, ia bahkan bingung bagaimana bisa ia memperhatikan seorang gadis yang seharusnya tidak boleh ia dekati. Tapi Inseong tidak bisa lagi menahan kakinya lebih lama dan ia pun berakhir di depan Seungmi yang sibuk mencoret bukunya.

'Kim Inseong'
Itulah yang Inseong lihat dicatatan gadis berambut panjang tersebut dan mungkin Inseongpun tahu maksud dari coretan namanya yang memenuhi buku seorang Shim Seungmi.

"Mengerjakan tugas?" Tanya Inseong pada Seungmi, meskipun Inseong tahu betul kegiatan yang sedang Seungmi lakukan bukanlah belajar apalagi mengerjakan tugas.


"Ouh? Oh iya" Jawab Seungmi berbohong. Inseong tersenyum singkat -bahkan Seungmi tak menyadarinya-, berpikir bahwa tingkah gadis yang ada didepannya terlalu polos untuk ukuran anak SMA tahun kedua.
"Ahh, kalau begitu makanlah ini sambil mengerjakannya" Ucap Inseong dan menyerahkan sekotak susu cokelat dan sebuah roti yang sedari tadi ia pegangng.
"Eh, untukku?" Senyum Inseong kembali merekah singkat saat melihat Seungmi menatap bingung makanan pemberian darinya.
"Ya, makanlah. Kau terlihat semakin kurus" Tambah Inseong dan berlalu meninggalkan Seungmi.
Inseong bergegas menuju toilet pria dan mencuci mukanya kasar.
"Kenapa? Kim Inseong! Sadarlah kau tahu kan kesalahanmu?!" Bentak Inseong pada bayangannya yang dipantulkan oleh cermin. Inseong menatap sinis kearah pantulannya, tak menyukai sikapnya yang terlalu plin-plan dan kebodohan yang telah ia perbuat.
"Tidak, itu bukan salahmu. Ya, itu bukan salahmu" Gumam Inseong dengan mata sendu menatap pantulannya, ada beberapa Siswa yang terlihat kebingungan saat melihat tingkah Inseong yang aneh dan bahkan sekarang seorang Kim Inseong mulai tersenyum cerah kearah cermin membuat siswa yang melewatinya bergidig ngeri.
"Mau pergi kemana?" Tegur Zuho pada Dawon yang dengan riangnya berjalan di lorong kelas, membuat senyum yang merekah di wajah dawon menghilang seketika.
"Bukan urusanmu" Dengus Dawon kecil dan mempercepat jalannya namun Zuho menarik kerah baju Dawon membuat namja pendek itu sedikit terjengkang dan terbawa Zuho.
"Jawab jika aku bertanya" Ujar Zuho dingin ditambah tatapan sinisnya. Dawon hanya membuang wajah dari Zuho.
"Sudah kubilang bukan urusanmu" Jawab Dawon Tegas.
"Dawon-ah" Seru Seungmi dari kejauhan saat ia melihat Dawon tak berdaya di tangan Zuho. Dawon yang mendengarnya langsung berontak dan melepaskan cengkraman Zuho.
"Kau puas?!" Desis Dawon tepat ditelinga Zuho penuh dengan makna, entah Dawon mengejek Zuho di depan Seungmi ataupun pertanyaan Zuho yang sudah terjawab dengan kedatangan Seungmi.
Dawon menghampiri Seungmi dengan senyuman rekahnya tanpa memperdulikan Zuho yang sempat mengumpat dan terdiam beberapa detik di belakangnya.
"Kau berkelahi dengan Zuho?" Tanya Seungmi khawatir dan sedikit mengusap pelan pundak Dawon, membuat Zuho yang melihatnya mengumpat dan berlalu.
"Shit!"
"Tidak, aku tidak berkelahi" Jawab Dawon dengan senyuman puas karena kini Zuho tahu bagaimana rasanya melihat Seungmi menyentuh pria lain.
.
"Kau mendekati gadis bodoh itu?" Seru sang ayah dengan nada tidak percaya.
"Kenapa? Lagi pula bukan berarti aku berkencan dengannya apa itu tidak boleh?" Jawab Inseong dengan nada tinggi, ough dia sudah bosan terus menerus dikekang sang ayah.
"Kau ini bodoh atau apa? Apa gunanya piala-piala, peringkat satu, dan penghargaan yang kau dapatkan jika kau bertingkah layaknya seorang idiot?!" Bentak sang ayah tak terima. Mengetahui sang anak mendekati seorang gadis rendahan dari salah satu mata-matanya sungguh membuat ia kecewa. Oh ayolah dia menyekolahkan sang anak bukan untuk berkencan ataupun mendekati seorang gadis asing tapi untuk belajar dan mencari ilmu.
Inseong menghela nafas dalam.
"Lalu bagaimana dengamu yang dengan mudahnya menghancurkan kehidupan seseorang?! Kau pikir itu tindakan yang dilakukan oleh seorang yang pintar?! Ough! Kau bahkan menghancurkan hidupku dan ibuku!" Jerit Inseong tak kuat, bahkan matanya kini memerah.
Inseong meninggalkan sang ayah di ruangan, ia bergegas mengambil jaket dan kunci motor kesayangannya dan pergi dari rumah terkutuk itu.
"Ough! Kenapa Anak dan Ibu sama saja?! Membuat kepalaku pusing" Dengus Tn. Kim dan memijat batang hidungnya yang terasa ngilu.
Inseong terdiam menatap motor kesayangannya. Oh motor pertama yang Inseong dapatkan dari sang ibu saat ulangtahunnya yang ke 17.
"Semuanya baik-baik saja sampai si tua berengsek itu merenggut Eomma" Jerit Inseong dan mengacak rambutnya kasar.
Inseong menghela nafasnya dalam dan menundukan kepalanya, sampai ia merasakan sebuah tepukan pelan di pundaknya. Ia menoleh dan mendapati seorang gadis yang ia kenal kini tengah duduk di sampingnya.
"Shim Seungmi?" Gumam Inseong ragu, bahkan ia mengucek pelan matanya karena memang matanya sedikit rabun tanpa bantuan kacamata.
"Menangislah jika kau ingin menangis" Jawab Seungmi tanpa memperdulikan tatapan kaget dari pira yang kini sedang ia coba hibur.
"Siapa yang menangis? Lagi pula kenapa kau ada disini?" Tanya Inseong tak percaya namun tepukan pelan masih setia terasa di pundaknya.
Seungmi yang mendengarnya malah menghela nafas pelan menarik tangannya dan berhenti menepuk pundak Inseong. Detik berikutnya Seungmi mengarahkan telunjuknya kearah sebuah warung teokkpokki kecil yang berada di dekat halte.
"Bahkan Sebelum kau datang aku sudah ada disini, setiap harinya. Membantu Eomma berjualan." Jelas Seungmi membuat Inseong mengangguk pelan sembari menatap warung kecil yang ditunjuk Seungmi.
"Hanya saja aku melihatmu datang dengan kecepatan cahaya. Wuush. Menggunakan motor besarmu itu, tiba-tiba kau terduduk dan menjerit tak jelas lalu terdiam dan sedikit terisak. Tentu saja aku khawatir jadi aku menghampirimu" Lanjut Seungmi menjelaskan kejadian yang ia lihat dengan gerakan-gerakan aneh dan lucu di mata Inseong, membuat namja bermata rubah itu kini tersenyum singkat.
"Wae?" Tanya Seungmi bingung karena Inseong kini terkekeh geli.
"Kau lucu" Jawab Inseong dengan senyumanya membuat Seungmi terdiam beberapa detik tanpa berkedip.
"Hey! Aku ini bukan pelawak!" Dengus Seungmi dan membuang muka berusaha menyembunyikan wajahnya. Ough dia tidak kuat melihat senyuman seorang Kim Inseong.
"Oh! Hey, jangan marah" Rajuk Inseong dan mencoba membuat Seungmi kembali menatapnya dengan menangkup wajah kecil Seungmi dan Inseong terdiam saat matanya baradu dengan mata Seungmi.
Wajah Seungmi menghangat. Oh bahkan mungkin memerah. Inseong berkedip beberapa kali dan melepaskan tangkupannya dan ikut membuang wajahnya kaku. Ouh Inseong merasa malu, sungguh.
"Ma-maf" Gumam Inseong gugup. Oh sial. Dengus Inseong dalam hati.
"Eo-eoh" Ucap Seungmi gagap. Oh dia tak pernah segugup ini di hadapan seorang pria.
"Noona!"
"Ah, Dongsoo-ah. Kenapa?" Tanya Seungmi khawatir melihat si bungsu berlari kearahnya.
Sesampainya Dongsoo langsung menatap tanpa berkedip kearah Inseong, membuat Inseong sedikit canggung karenanya.
"Halo?" Tanya Inseong ragu dan mencoba melambaikan tangan kanannya, meskipun ia tak mendapatkan respon dari Dongsoo yang malah sibuk berbisik pada Seungmi. Setelah selesai berbisik Dongsoo kembali menatap Inseong dengan tatapan yang agak berbeda dan Seungmi yang memasang senyum semakin membuat Inseong kebingungan.
"Kalian kenapa?"
"Dongsoo bilang, kau tampan. Ia ingin meminta tanda tanganmu" Jawab Seungmi sembari terkekeh geli mengingat apa yang adik bungsunya bisikkan tadi.
"Eh?" Wah, apakah Inseong sekarang memiliki seorang Fans?
"Aku pernah melihatmu di TV, Hyung" Tegas Dongsoo, seolah menjawab pertanyaan dua orang remaja yang kini ada di hadapannya.
"Oh? Jadi kau ini seorang Idol?" Tanya Seungmi penuh selidik.
"Eh? Kurasa tidak. Ah! Apa kau melihatku di acara lomba atau berita?" Tanya Inseong pada Dongsoo untuk memastikan. Dan Dongsoo mengangguk semangat menjawabnya. Memang Inseong sering masuk acara lomba bahkan berita di tv berkat kepintaran dan kecerdasannya, mungkin meskipun Inseong tidak pintar ia akan tetap tekenal dengan wajah tampannya dan jumlah kekayaan keluarganya.
"Wah, ternyata kau orang yang terkenal ya?" Decak Seungmi Kagum.
"Apa? Kau juga mau tanda tanganku?" Ujar Inseong terkekeh geli dan disambut dengan kekehan lain dari Seungmi bahkan Dongsoo.
"Terima kasih, Seungmi-ya" Gumam Inseong tiba-tiba.
"Kenapa tiba-tiba?" Tanya Seungmi kebingungan.
"Tidak"
"Kau kesini lagi?" Dengus Youngbin tidak suka kearah Inseong.
"Kau tidak mau menampungku lagi?" Melas Inseong dengan santainya merebahkan diri di kasur berukuran king size milik Youngbin.
"Bertengkar dengan paman?" Tanya Youngbin memastikan, memang sudah tak aneh lagi jika ia menemukan Inseong di kamarnya saat ia baru pulang. Inseong hanya bergumam pelan tanpa membuka matanya, ia sungguh merasa lelah.
"Jangan terlalu membencinya, meski begitu dia ayahmu dan juga pamanku" Tegur Youngbin dan ikut merebahkan diri di samping Inseong, menepuk pelan pundak sepupunya itu meskipun Youngbin tahu kata-kata tak berguna itu tidak akan mempan pada Inseong lihat saja kini Inseong melempar kasar tangan Youngbin dan memunggunginya.
"Cih, tua bangka tidak tahu diri! Dia itu memuakkan! Aku tidak percaya dia ayahku!" Rutuk Inseong tak jelas seperti seorang gadis yang mengeluh pada teman curhatnya, oh ayolah ini bukan kali pertama seorang Inseong bersikap lemah hanya saja Inseong selalu bisa menyembunyikannya dari muka umum ya kecuali Youngbin.
"Berhenti bersikap seperti seorang gadis yang sedang puber Kim Inseong!" Dengus Youngbin pada akhirnya dan menepuk keraas pundak yang Inseong pamerkan padanya.
"Hey!" Jerit Inseong kesakitan dan merasa tidak terima disebut seperti itu.
"Aahahaha, kau memang seperti gadis. Aku merasa khawatir, kau bahkan belum pernah pacaran" Ujar Youngbin dan menatap Inseong penuh selidik sementara Inseong menatap Youngbin tidak terima.
"Hey! Aku normal! Aku bahkan sedang memperhatikan seorang gadis" Bela Inseong menggebu dengan wajah sedikit merona saat membayangkan sosok gadis itu.
"Sungguh?"
"Noona, kau berpacaran dengan Hyung tampan itu?" Dongsoo menatap Seungmi penuh antusias, oh sungguh Dongsoo akan sangat senang jika ia memiliki kakak ipar setampan Inseong.
Seungmi membulatkan matanya kaget, bagamana bisa adik kecilnya berbicara seperti itu?
"Dongsoo-ya, jangan berbicara seperti itu. Lebih baik kau cepat tidur, Seungjoon-ah!" Dengus Seungmi agak kesal dan menyuruh sang adik untuk segera tidur.
Seungmi terdiam, menatap HP nya yang kini menyala dan menunjukan nama Inseong. Ouh, Seungmi tak menyangka setelah berbicara basa-basi tak karuan dua hari yang lalu Inseong jadi lebih sering berbicara dengannya dan bahkan menghubunginya baik itu lewat sms maupun telpon, bukankah itu sedikit aneh?
"Halo?" Seru Seungmi saat mengangkat HP nya, dan mendapat respon yang sedikit aneh di sebrang sana.
'Kau SeungmiBisakah kita bertemu? Kau pacarnya Inseong?'
'KIM YOUNGBIN!'
"Maaf, mungkin anda salah sambung" Tutup Seungmi cepat, sedikit kaget dengan yang terjadi. Pacar? Oh yaampun wajah Seungmi kini memerah.

~ Bersambung ~

Haiii Hooo!!!
Teman-teman, sedikit pemberitahuan; Cerita ini telah diupload oleh saya di Wattpad pribadi (bisa cek di tautan tersedia), alasan mengunggah ulang di blog ini adalah untuk semacam dokumentasi (?) entahlah, intinya seperti itu. 

Ke depannya saya akan mengupload di dua tempat (Wattpad dan Blogspot) silakan kunjungi Wattpad untuk menemukan lebih banyak cerita.
Terima Kasih.
Jangan lupa Like dan Komen!



Untuk Berinteraksi dengan saya, silakan kunjungi:

Fanfiction [SF9] ー Around Farewell ¬ Chap. 10

Cast : OC’s Shim  Seungmi  |  SF9 ’s (Kim  Inseong ,  Baek   Zuho , Lee  Dawon ) | Slight OC’s &  SF9 ’s Member Genre: Romance ...